fbpx
Adi Nugroho
Blog ini di update rutin setiap hari Senin-Jum'at. Menyajikan informasi seputar Dunia Bisnis, Entrepreunership, Motivasi & Pengembangan diri. Semoga bermanfaat buat Anda semua!

Suksesnya Anak Seorang Guru Membangun Bisnis

bob sadino membangun bisnis

Rasanya untuk membahas dunia bisnis di Indonesia tidak akan lepas begitu saja dari sosok yang sudah membawa perubahan yang sangat berarti bagi negara yang kita cintai ini.

Ya beliau bernama lengkap Bambang Mustari Sadino atau biasa kita kenal dengan panggilan akrab Om Bob Sadino.

Terlahir bukan dari DNA Pedagang atau Pengusaha, justru beliau adalah seorang anak dari orang tuanya yang berprofesi sebagai guru yang merupakan pasangan orang jawa yang dinas kala itu di sumatera.

Beliau dilahirkan di Tanjung Karang Bandar Lampung pada tanggal 9 Maret 1933 dan wafat pada tanggal 19 Januari 2015 kemarin silam.

Om Bob tidak pernah menyangka jika suatu saat di kemudian hari dirinya akan menjadi pengusaha yang berkontribusi mengenalkan dunia Pangan dan Peternakan yang dimulai dari berjualan telur dan berkembang menjadi jaringan bisnis yang sekarang kita kenal Kemfood dan Kemchick.

#Latar Belakang Pendidikan

Om Bob sempat pernah belajar dan masuk Fakultas Hukum namun hanya bertahan selama 3 bulan kemudian bubar alias beliau memutuskan untuk keluar.

Dengan kata lain Pendidikan Formal seorang Bob Sadino yakni S3 (SD-SMP-SMA).

Sebuah benang merah dari sebuah fakta kesuksesan Bob Sadino di dunia bisnis bahwa ternyata dengan berbekal pendidikan formal hanya sampai di tingkat SMA beliau mampu memimpin dan membuat perusahaan yang besar di Indonesia.

Tentu saja sebuah perjalanan yang tidak mudah untuk dilalui!

Namun bukan berarti Pendidikan formal itu tidak penting.

Menurut saya pribadi jika mampu atau ada rejeki untuk belajar sampai ke tingkat perkuliahan, syukuri & belajarlah!

Jika belum ada rejeki untuk melanjutkan belajar sampai ke jenjang perkuliahan jangan berkecil hati! Syukuri & belajarlah dimanapun kita berada.

#Berkarier Sebagai Karyawan

Selepas lulus SMA di Jakarta pada tahun 1953, Om Bob memulai bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan besar multinasional Unilever.

Setelah bertahun-tahun di perusahaan tersebut Om Bob memutuskan untuk mengembangkan karir serta pengalaman kerjanya dengan berpindah dan melamar kerja ke McLain and Watson Coy (Djakarta Lloyd), sebuah perusahaan pelayaran dan ekspedisi yang besar kala itu.

Dari perusahaan ini lah Alm. Om Bob bisa berkelana ke mancanegara, khususnya di Benua Eropa. Karena pada saat itu pekerjaan ini mengharuskan beliau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Dan 9 tahun lamanya beliau menghabiskan waktunya untuk singgah bekerja di kota Amsterdam dan Hamburg. Maka jangan heran apabila Om Bob sangat fasih berbahasa Eropa seperti Inggris, Belanda, dan Jerman.

#Bosan Menjadi Karyawan

Ternyata kehidupan menjadi karyawan dengan gaji besar dan bertahun-tahun beliau habiskan waktunya di sebuah perusahaan lantas tidak membuat seorang Om Bob menjadi bahagia. Tekanan demi tekanan dari atasan ketika berkerja di negeri orang membuat Om Bob menjadi stres.

Sehingga pada tahun 1967 bersama calon istrinya Soelami Soejoed karyawan Bank Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat, Beliau hijrah dan pulang ke Indonesia untuk menikah.

Kehidupan mapan dengan gaji keduanya yang besar mereka tinggalkan. Kala itu Om Bob hanya membawa dua buah sedan Mercedes hasil jerih payahnya selama bekerja bertahun-tahun di Eropa.

Satu sedan beliau jual untuk kemudian dibelikan sebidang tanah di daerah kemang, yang satu lagi beliau jadikan sebagai kendaraan antar penumpang, terkadang beliau sewakan juga ke pihak lain.

#Masa Kehidupan yang Sulit

Kembali ke Indonesia dengan harapan tidak bekerja pada sebuah instansi atau orang lain adalah tekad nyata beliau agar berdikari dan bebas.

Semula berjalan lancar namun siapa sangka belum setahun mobil sedan Mercedes yang beliau jadikan sebagai sandaran mencari nafkah untuk menopang kehidupan keluarganya mengalami kecelakaan, yang mengakibatkan Om Bob begitu terpukul dan beliau tak sanggup untuk memperbaikinya karena kekurangan dana.

Sebenarnya jika menilik dari sejarah istrinya yang pernah bekerja sebagai karyawan BI di Amerika Serikat, tentunya pengalaman kerja ini bisa sangat berguna untuk melamar kerja di Indonesia.

Sekali lagi dengan tegas Om bob menolak dan tidak mengizinkan istrinya bekerja, bahkan keluarga besar Om Bob siap membantu kala itu.

Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Om Bob yang masih muda ketika itu mulai melakoni profesi sebagai kuli bangunan dengan upah Rp.100 dari pekerjaan itu.

Kurang lebih setahun beliau menjalani profesi ini sampai suatu ketika kondisi Om Bob ini terdengar oleh kawannya yang prihatin baik yang berada di Jakarta maupun yang berada di Eropa.

#Beternak Ayam

Pada tahun 1970-an seorang kawan Om Bob memberikan saran ke beliau agar melakoni beternak ayam untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga beliau.

Saran itu pun langsung disambut positif oleh Om Bob, dan mulailah beliau beternak ayam yang bibitnya saat itu ia peroleh 50 ekor di datangkan langsung dari Belanda.

Sebagai catatan “Saat itu ayam yang dikenal oleh negara kita masih ayam kampung” bukan ayam pedaging yang saat ini populer untuk resto makanan siap saji.

Bisa di katakan Alm. Om Bob Sadino adalah pioneer yang mempopulerkan ayam pedaging di Indonesia.

Untuk memperoleh ilmu beternak Om Bob pun mulai membaca majalah-majalah yang ia datangkan langsung dari Belanda. Pengetahuan beternak ia peroleh dengan belajar secara otodidak.

Saat Om Bob melakoni beternak ayam beliau berfikir:

‘ayam yang hanya di beri paruh dan kaki saja bisa hidup dan mencari makan sendiri, kenapa manusia tidak?’

dari situlah beliau benar-benar menemukan passionnya dan mempelajari lebih serius tentang ayam, bahkan telur-telur dari ayam tersebut dia jual keliling dikawasan Kemang bersama istri sampai di kenal bandar telur khususnya kalangan orang asing/ekspatriat.

Siapa sangka ilmu yang ia pelajari dari majalah-majalah terbitan Belanda itulah yang menjadikan beliau mengetahui berbagai ilmu peternakan ayam secara update.

Beliau jugalah yang mempopulerkan berbagai jenis sayuran seperti brokoli, paprika, ataupun jagung manis.

Begitu juga dengan teknologi tanaman hidroponik bercocok tanaman tanpa tanah, dan lain sebagainya.

Bahkan beberapa kali beliau saat itu sampai diundang secara terbuka di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pembicara tentang seluk beluk ayam broiler.

#Pelajaran Kunci dari Alm. Bob Sadino

Bagi saya sosok Bob Sadino bukan sekedar pengusaha biasa, gagasan pemikiran yang beliau utarakan selalu kontroversi, namun disitu ada maksud yang mendalam yang tidak bisa dianggap sepele.

Begitu banyak orang ingin memulai bisnis, namun seringkali tersandung pada urusan modal.

Padahal kalo kata beliau untuk memulai suatu bisnis modal yang sesungguhnya ada pada isi kepala kita itu sendiri alias akal atau dengan kata lain kreatifitas.

Selain itu kemampuan untuk selalu belajar dari berbagai sumber, diluar sumber Pendidikan Formal menjadi tak kalah lebih penting lagi.

Kita perhatikan perjalanan hidup seorang Bob Sadino dari yang awalnya karyawan memutuskan untuk menjadi pedagang kemudian menjelma menjadi pengusaha dibidang Pangan & Peternakan yang ikut diperhitungkan di Indonesia.

Keberanian, Kegigihan, Keuletan, dan Lingkaran Pertemanannya itulah yang menjadikan modal utama dalam memulai suatu bisnis.

Semoga ringkasan sajian kisah hidup dari Alm.Om Bob Sadino ini bisa menjadi suri teladan kita dalam menjalani hidup agar tidak menyerah dan tetap selalu semangat karena peluang bisnis akan selalu ada apalagi di bulan ramadhan ini bulan yang berkah walaupun ditengah badai wabah covid19 yang tak kunjung reda.

Semoga Allah SWT selalu menyertai kita semua dalam setiap saat. Amin!

copywriting

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *