fbpx
Adi Nugroho
Blog ini di update rutin setiap hari Senin-Jum'at. Menyajikan informasi seputar Dunia Bisnis, Entrepreunership, Motivasi & Pengembangan diri. Semoga bermanfaat buat Anda semua!

PPKM DARURAT dan 4 Tips Survival untuk UMKM

PPKM DARURAT dan 4 Tips Survival untuk UMKM

Tepat pada hari ini tanggal 5 Juli 2021 adalah hari ketiga dimana aturan PPKM Darurat Jawa & Bali diberlakukan oleh pemerintah Indonesia.

Tentu saja seperti biasa ada yang pro dan kontra dalam menanggapi kebijakan taktis yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut.

Peran pemerintah sebagai Stake Holder tentunya berada diposisi dilema, pasalnya dari sisi Kemanusiaan gelombang penyebaran virus covid19 ini membuat para Nakes kewalahan untuk menangani pasien diberbagai rumah sakit di Indonesia.

Sedangkan apabila dilihat dari sudut pandang Ekonomi, kebijakan untuk menerapkan full lockdown akan melumpuhkan perekonomian dan membuat semua keadaan makin carut-marut.

Untuk itulah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diambil oleh pemerintah Indonesia sebagai langkah untuk meredam tingkat penyebaran virus covid19 yang makin meluas.

Sejumlah aturan dari PPKM Darurat tersebut sudah pasti dipertimbangkan oleh berbagai pihak, mulai dari para menteri, ahli kesehatan, hingga para kepala daerah.

Dilansir dari kompas.com Sabtu, 03/07/2021 Aturan lengkap PPKM Darurat tersebut diantaranya sebagai berikut:

  1. Sektor non-esensial wajib menerapkan 100 persen Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
  2. Seluruh kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara daring atau online.
  3. Untuk sektor esensial diberlakukan 50% maksimum staf work from office (WFO) dengan melakukan protokoler kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimal staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan yang ketat.
    • cakupan sektor esensial keuangan & perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi & komunikasi, perhotelan non penanganan karantina serta industri dengan orientasi ekspor.
    • sementara itu untuk cakupan sektor kritikal yaitu energi, kesehatan, keamanan logistik & transportasi, industri makanan minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik & air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
    • Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%, Sedangkan apotek dan toko obat diperbolehkan buka 24 jam.
  4. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.
  5. Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).
  6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.
  7. Tempat ibadah seperti masjid, mushola, gereja, pura, wihara, dan kelenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.
  8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya) ditutup sementara.
  9. Kegitan seni budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan(lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.
  10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa (rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.
  11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperkenankan makan di tempat resepsi. Makanan tetap dapat disediakan dengan wadah tertutup untuk dibawa pulang.
  12. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus, dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.
  13. Masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa penggunaan masker.
  14. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.

Dengan sejumlah aturan dari PPKM Darurat tersebut diterapkan pasti akan berimbas terhadap bisnis yang kita miliki, maka saya menyusun beberapa tips yang bisa dilakukan untuk para pelaku usaha/bisnis UMKM agar mampu bertahan dan tetap eksis ditengah aturan pembatasan karena dampak dari penyebaran pandemi covid19 ini.

Baca Juga : Bagaimana cara membangun bisnis online dan Strategi untuk mengembangkannya DISINI.

Tips ini dirangkum berdasarkan dari pengalaman serta pengamatan saya ketika terjadi sebuah masalah pada kinerja suatu perusahaan dimasa lalu silam.

Berikut tips dan upaya yang mesti dilakukan ketika sejumlah aturan PPKM Darurat ini diterapkan:

Tips #1 : Lakukan Efisiensi Secara Komprehensif

Pertolongan pertama pada bisnis yang sedang mengalami penurunan karena perputaran aliran kas yang sedang tersendat adalah dengan melakukan efiensi pada seluruh sektor bisnis anda.

Apapun yang menjadi penyebab membengkaknya beban bisnis anda akibat tersendatnya aliran kas harus segera diminimalisir. Umumnya beban tersebut seperti : Pembiayaan bulanan bisnis, Gaji Karyawan, hutang permodalan Bisnis/UMKM dan lain sebagainya.

Tips #2 : Transformasikan Usaha/Bisnis ke Digital Online

Pandemi Ini dengan segala hiruk-pikuknya peraturan & pembatasan yang ada harus menjadikan para pelaku bisnis UMKM lebih lincah dalam bergerak.

Jika bisnis anda sebelumnya offline yang mengandalkan kunjungan konsumen dalam mentransaksikan setiap kegiatannya, maka alihkan mulai sekarang dan kedepannya untuk menggunakan platorm online.

Dengan anda beralih ke digital online maka potensi konsumen sebenarnya jauh lebih luas lagi ketimbang pasar offline yang dibatasi oleh peraturan UMKM Darurat.

Tips #3 : Promosi adalah Kunci

Lakukan promosi secara massive dengan mengandalkan media sosial yang ada, bisa melalui facebook, instagram, twitter ataupun tiktok.

Promosi disini ada 2 macam, yaitu dengan berbayar dan secara organik.

Jika berbayar artinya anda mengeluarkan sedikit budget untuk mempromosikan bisnis anda secara lebih luas di platform media sosial sesuai target market anda yang dikehendaki.

Jika secara organik artinya anda mengandalkan jumlah pertemanan anda di sosial media untuk ikut membantu mempromosikan apa yang anda jual ke media sosial mereka. Cara ini sebenarnya mengandalkan promosi mulut ke mulut.

Mana yang lebih baik? Gunakan keduanya agar lebih efektif.

Tips #4 : Sabar dan Konsisten

Segala jenis usaha apapun yang anda kerjakan harus dilakukan secara sabar & konsisten.

Percayalah ketika anda bisa melakukan keduanya dengan sabar dan konsisten, maka lama kelamaan usaha itu akan membuahkan hasil.

Setiap dari proses tidak akan mengkhianati dari hasil.

Demikianlah sajian artikel ini semoga anda semua mendapatkan insight yang hakiki dan tetap selalu semangat dalam menjalani sebuah proses.

copywriting

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *