fbpx
Adi Nugroho
Blog ini di update rutin setiap hari Senin-Jum'at. Menyajikan informasi seputar Dunia Bisnis, Entrepreunership, Motivasi & Pengembangan diri. Semoga bermanfaat buat Anda semua!

Bagaimana Caranya Keluar dari Kemiskinan?

Bagaimana Caranya Keluar dari Kemiskinan?

Bagaimana caranya agar bisa keluar dari kemiskinan & dari kehidupan yang serba kekurangan?

Pertanyaan sekaligus judul dari artikel ini sontak sering terbesit di kepala saya. Bagaimana tidak, mungkin bukan hanya saya saja namun sebagian dari kita berharap agar bisa hidup dengan mapan bergelimpangan harta ataupun minimal berkecukupan secara materi hingga diakhir usia tua nanti.

Pada kenyataannya untuk keluar dari kemiskinan sejatinya bukan perkara mudah seperti halnya Anda melintasi jalan tol yang bebas dari hambatan. Akan selalu ada kondisi dimana hambatan, tantangan serta rintangan yang menghadang datang untuk menguji kesabaran kita.

Hal ini tentu saja menjadikan PR yang cukup menantang bagi pemerintahan di seluruh dunia termasuk negara yang kita cintai Indonesia.

Lantas apakah tolok ukur dari kemiskinan itu? Apakah salah terlahir dari keluarga miskin yang serba kekurangan? dan Apakah dampaknya jika kemiskinan merajalela?

Mari kita jawab satu per satu sebelum menjawab pertanyaan dari judul artikel dibawah ini:

Sejauh yang saya ketahui tolok ukur kemiskinan bisa diketahui secara dini manakala pengeluaran yang dikeluarkan lebih besar dari pada penghasilan yang Anda dapatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Jadi jika penghasilan anda misalnya patokan UMR di Jakarta 2021 Rp.4.416.186 namun beban pengeluaran yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup lebih besar bisa dipastikan anda masuk dalam kategori miskin.

Contoh: Anda adalah seorang kepala keluarga dengan 1 orang istri dan 2 orang anak sekaligus juga masih ikut menanggung hidup kedua orang tua kandungnya & orang tua dari pasangannya yang sudah tidak memiliki penghasilan lagi.

Sekarang coba kita ukur sebagai ilustrasi dari contoh diatas Anda mempunyai biaya cicilan rumah sebesar 3.5 Juta tiap bulannya, kemudian ada biaya listrik 700 Ribu, sementara biaya keperluan pokok untuk beras dan makanan sehari-hari 250 Ribu tiap bulannya.

Jika kita total maka biaya pengeluarannya menjadi Rp. 4.450.000 dan cuma sisa 33 ribuan, itu pun masih belum termasuk biaya pendidikan untuk menyekolahkan anak sampai ke tingkat perkuliahan dan juga belum termasuk tanggungan hidup bulanan orang tua yang sudah tidak memiliki penghasilan lagi.

Artinya beban biaya kebutuhan hidup yang dibutuhkan masih jauh lebih besar ketimbang penghasilan yang anda terima, dan ini akan jadi masalah yang serius jika ada kebutuhan tak terduga yang mengharuskan dikeluarkan saat itu juga.

Lalu apakah salah jika terlahir dari latar belakang keluarga miskin yang serba kekurangan?

Jika kita dilahirkan sebagai anak dari orang tua yang miskin dan serba kekurangan maka tetap bersyukurlah karena tuhan telah menganugerahi sebuah kehidupan.

Bersyukurlah karena telah diberikan Akal yang dengannya anda bisa berupaya keras untuk terus bersemangat dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sebuah kalimat menohok pun pernah dilontarkan oleh Bill Gates seperti ini :

“Jika Anda terlahir dalam keadaan miskin itu memang bukan salahmu, Namun jika Anda kelak meninggal dalam keadaan miskin, maka salahkan dirimu sendiri”.

Problemnya adalah sudah berkekurangan, miskin, baperan, tidak mengasah kemampuan, berpasrah diri dan juga tidak punya inisiatif untuk keluar dari kemiskinan tersebut.

Jika ini terus berlanjut secara tahap demi tahap akan tercipta generasi bermental daya juang lemah, Lemah terhadap daya juang hidupnya sendiri, Lemah karena tidak produktif, Lemah bagai kerupuk yang melempem.

Sehingga salah satu faktor ini jugalah yang memunculkan krisis kemiskinan merajalela disuatu negara.

Dampaknya jika kemiskinan itu merajalela tentu saja menciptakan orang-orang dengan pandangan hidup yang inginnya serba instan, tidak mau berfikir, maunya disuapin mulu & tidak mandiri.

Percayalah jika ini terjadi maka bisa dipastikan negara akan ambruk karena masyarakatnya mayoritas tidak mempunyai mentalitas daya juang yang tinggi.

Maka untuk segera keluar dari jeratan kemiskinan nan serba kekurangan ada beberapa solusi dan alternatif yang bisa dilakukan:

Langkah #1 : Memunculkan Jiwa Entrepreunership

Sejauh ini mayoritas dari kita menganggap bahwa Entrepreunership selalu dikaitkan dengan berjualan, berdagang maupun berbisnis.

Padahal sejauh yang saya pahami Entrepreunership tidak hanya sampai disitu saja namun merupakan sebuah pandangan hidup untuk terus bergerak menghadapi tantangan zaman dan menciptakan suatu ide maupun gagasan kreatif sebagai wujud dalam mengatasi setiap problem yang ada.

Gaya hidup semacam inilah yang harus dipupuk dan dikembangkan setiap insan dinegara manapun khususnya Indonesia, agar tercipta generasi masyarakat yang produktif berdaya juang tinggi.

Tidak perduli Anda rakyat jelata yang berprofesi sebagai karyawan maupun seorang buruh, tumbuhkan terus sikap yang demikian.

Pandangan hidup yang demikian harus mendarah daging sampai ke anak cucu kita kelak.

Karena kuatnya suatu negara tidak hanya dari kelengkapan serta kecanggihan armada militer saja, akan tetapi juga tergantung dari kekuatan mayoritas masyarakatnya dengan mentalitas berdaya juang tinggi, adaptif serta produktif & kreatif yang kelak akan menjelma sebagai kekuatan ekonomi yang kuat di suatu negara.

Sehingga lambat laun angka kemiskinan pun bisa kita kurangi manakala tercipta mayoritas masyarakat yang solid dan menjadikan Entrepreunership sebagai pandangan & tumpuan hidupnya yang berasaskan pancasila.

Langkah #2 : Jangan Hanya Berhemat

Alih-alih serba kekurangan untuk mencukupi banyaknya kebutuhan hidup yang tiap tahun makin naik, anda melakukan penghematan keuangan dengan harapan agar bisa tercukupi kesemuanya.

Faktanya tidak demikian!!!

Justru jika anda hanya fokus dengan melakukan upaya penghematan, otak anda ya hanya fokus pada penghematan tersebut lambat laun kehidupan anda bakal sengsara diterpa dengan segala kekurangan karena sifat malas anda dalam upaya mencari penghasilan tambahan.

Ketimbang hanya fokus kepada penghematan keuangan, Lebih baik salurkan energi serta fokus anda dalam meningkatkan pendapatan anda.

Misalnya: Anda punya hobi mengajar dalam keilmuan tertentu sementara dilain pihak Anda pun berprofesi bisa sebagai buruh lepas, pedagang, ataupun karyawan kantoran.

Anda bisa mulai dengan membagikan apa yang anda ketahui melalui kanal media youtube agar pengetahuan yang anda miliki bisa bermanfaat untuk orang banyak yang nantinya ketika kanal youtube anda sudah cukup besar bisa di Monetize dan akan menjadi penghasilan sampingan anda.

Ilustrasi diatas hanyalah sebuah contoh dari sekian banyaknya alternatif dalam mencari pundi-pundi rejeki yang berkah.

Yang terpenting pikirkan dan lakukan segera dimulai dari hobi atau apa yang menjadi kesenangan anda, karena jika kita bekerja dengan sesuatu yang kita senangi dan menghasilkan tentu saja akan terasa nikmat luar biasa.

Hanya dengan cara seperti itulah otak kita suka tidak suka dipaksa untuk berfikir kreatif dalam meningkatkan earning power anda.

Lalu kalau saya tidak punya hobi atau tidak punya penghasilan utama bagaimana?

Baca ulang dan pahami kembali langkah 1 yang telah saya sebutkan diatas tadi.

Langkah #3 : Jangan Hanya Bekerja

Langkah ketiga sekaligus penutup dari artikel ini adalah tentang mengenai bagaimana anda mempekerjakan uang yang anda miliki agar bisa menghasilkan uang kembali secara sustainable dalam jangka waktu yang panjang.

Singkatnya adalah menginvestasikan dari penghasilan yang anda milliki ke berbagai jenis instrumen, bisa Emas, Tanah, Rumah, Saham, maupun Reksadana.

Dengan demikian selain anda memiliki penghasilan utama serta penghasilan sampingan, Anda juga memiliki imbal hasil investasi yang digelontarkan ke instrumen-instrumen investasi tersebut.

Tidak perlu semuanya dalam berinvestasi, cukup pilih yang mana yang paling cocok untuk anda geluti dalam jangka waktu yang panjang.

Idealnya dalam berinvestasi itu adalah 20% dari penghasilan bersih yang anda miliki.

Itulah tadi paparan singkat dari judul artikel tentang “Bagaimana Caranya Keluar dari Kemiskinan” telah saya berikan secara padat dan mudah-mudahan jelas untuk Anda semua para pembaca dimanapun berada.

Selain itu saya juga menulis buku panduan dalam merencanakan keuangan yaitu berjudul 12 langkah Cerdas Untuk Menggapai Financial Freedom saya bagikan sebagai BONUS GRATIS untuk anda semua DISINI.

copywriting

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *