fbpx
Adi Nugroho
Blog ini di update rutin setiap hari Senin-Jum'at. Menyajikan informasi seputar Dunia Bisnis, Entrepreunership, Motivasi & Pengembangan diri. Semoga bermanfaat buat Anda semua!

7 Cara Menentukan KPI Karyawan Anti Ribet!

7 Cara Menentukan KPI Karyawan

Ada banyak cara menentukan KPI karyawan yang bisa anda lakukan. Dalam hal ini, anda harus mengetahui terlebih dahulu apa itu KPI. KPI atau Key Performance Indicator adalah alat ukur untuk menggambarkan kinerja dari karyawan di suatu perusahaan dalam mencapai goal dari perusahaan tersebut.

Bagi anda yang ingin menentukan KPI karyawan maka ada banyak sekali langkah yang perlu dilakukan. Terutama anda harus memperhatikan terlebih dahulu seperti apa manfaatnya di dalam perusahaan. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa anda pahami:

1. Mengetahui Deskripsi Pekerjaan

Bagi seorang hrd, cara menentukan KPI karyawan adalah dimulai dengan mengetahui deskripsi pekerjaan. Biasanya setiap posisi memang memiliki deskripsi pekerjaan yang berbeda-beda antara satu sama lain.

Melalui deskripsi pekerjaan inilah membuat anda bisa menilai seperti apa kinerja karyawan setiap bulannya. Tentu anda bisa membandingkan saja dengan kinerja bulan lalu atau kinerja terbaik yang pernah dilakukan oleh karyawan tersebut.

2. Memperhatikan Area Kerja

Cara menentukan kpi karyawan bisa dimulai dengan memperhatikan area kerjanya. Misalnya di sebuah deskripsi pekerjaan biasanya ada beberapa uraian tugas yang perlu dikerjaakan. Dari uraian tugas inilah yang akan menjadi tugas pokok yang disebut dengan area kerja.

Misalnya saja jika deskripsi pekerjaannya di bagian hrd, maka ada beberapa area kinerjanya. Sebut saja seperti rekrutmen, training and development, performance management, employee retention dan productivity. Kemudian anda cukup mengukur saja seperti apa nilai pencapaiannya.

3. Membuat Objective

Cara menentukan kpi karyawan bisa dibuat dengan objective terutama pada setiap aktivitas yang karyawan lakukan. Objective ini bisa berupa banyak hal contohnya saja seperti target, sasaran dan tujuan yang harus dilakukan oleh setiap karyawan.

Setidaknya pada area kinerja utama memiliki 1 atau 2 objektif bisa diperkirakan dari sasaran seperti apa yang dicapai. Bahkan anda bisa memperkirakannya berdasarkan besaran ruang lingkup pada sebuah deskripsi pekerjaan.

Contohnya saja jika di dalam area kerja rekrutmen maka bisa dibagi menjadi 2 objective yaitu pemenuhan karyawan tepat waktu sesuai mpp. Selain itu, anda bisa melihat seperti apa perolehan sdm yang kompeten tersebut.

4. Melihat Tolok Ukur KPI

Pada posisi keempat, ada tolok ukur kpi yang harus dilakukan. Melalui cara menentukan kpi karyawan ini anda bisa mengambil kesimpulan seperti apa tolok ukur yang harus diperhatikan. Pada dasarnya tolok ukur ini bisa disebut dengan parameter.

Dimana hal ini berkaitan dengan pencapaian sampai hasil kinerja sesuai dengan sasaran atau tujuan yang sudah disediakan. Agar mendapatkan pencapaian yang maksimal maka disarankan untuk memiliki 5 sampai 10 kpi untuk setiap karyawannya.

5. Memperhatikan Bobotnya

Lalu anda bisa langsung saja memperhatikan bobot untuk setiap karyawannya. Dalam memperhatikan bobot memang ada beberapa langkah yang perlu diikuti. Langkah pertama bisa dimulai dengan cara menentukan kpi karyawan adalah tingkat prioritas.

Tingkat prioritas ini dimaksudkan semakin tinggi prioritasnya maka semakin banyak pula bobot yang harus dipersiapkan. Kemudian ada tingkat selanjutnya bernama tingkat kesulitan, biasanya bisa dicapai menggunakan target.

Dalam hal ini jika anda merasa pencapaiannya sulit tercapai, maka bisa dikatakan kalau bobotnya memang tinggi. Lalu ada tingkat yang terakhir bisa dinamakan sebagai tingkat kredibilitas atau data pencapaian yang tidak mudah untuk dimanipulasi.

Contohnya semakin nyata sebuah data pencapaian, maka semakin tinggi pula bobot yang anda capai tersebut. Oleh karena itu, dalam mencapai sebuah bobot itu memang berbeda-beda, ada yang 100 persen dan ada pula hanya setengahnya.

6. Menentukan Target

Setiap perusahaan pada dasarnya memiliki beberapa target yang harus dicapai oleh setiap karyawannya. Salah satunya agar bisa mencapai target dengan tepat bisa dengan SMART. SMART ini merupakan singkatan dari spesifik, measurable, achiveable, relevan dan time.

Pada metode pertama terdapat sejumlah variabel dimana anda harus menetapkan target yang bersifat spesifik. Misalnya saja untuk melakukan proses rekrutmen kepada sebuah karyawan tentu membutuhkan waktu lama sekitar 45 hari.

Kemudian pada metode yang kedua itu bernama Measurable, dimana metode ini berguna agar target bisa tercapai dengan terukur. Dilanjut dengan metode yang ketiga adalah achiveable yang berguna agar target mudah tercapai.

Walaupun target yang diberikan bersifat tantangan, kehadiran metode ketiga ini memudahkan anda untuk tetap mencapai target tersebut. Dan metode keempat yang bernama relevan dimana target harus sesuai dengan sasaran kinerja yang tertera.

Lalu ada time atau waktu, hal ini berguna agar target bisa terselesaikan tanpa memakan waktu yang banyak. Diharapkan anda bisa memiliki batasan waktu pada setiap target agar berjalan dengan lancar dan tanpa kendala sama sekali.

7. Menentukan Skor

Dalam menentukan skor tentu harus sesuai standar key performance indicator karena KPI pada dasarnya memiliki 2 jenis. Ada 2 jenis yaitu KPI maximize dan KPI minimize. Pada jenis pertama ada KPI maximize dimana kpi ini memiliki pencapaian yang tinggi.

Tentu hal ini akan lebih baik karena akan membuat nilai menjadi lebih bagus. Contohnya saja seperti laba dan jumlah pelanggan baru. Biasanya untuk menghitung skor pada KPI maximize ini bisa dimulai dengan target dikali dengan 100.

Kemudian pada kpi kedua adalah kpi minimize dimana semakin rendah maka semakin bagus saja hasilnya. Ada beberapa hal seperti jumlah komplain, jumlah temuan audit, jumlah keterlambatan hingga rasio biaya.

Kehadiran beberapa tahapan ini tentu bisa mempermudah anda dalam menentukan key performance indicator. Terutama bagi anda yang pemula diharapkan informasi ini bisa membantu untuk lebih mengenal tentang cara menentukan kpi karyawan.

copywriting

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *