fbpx
Adi Nugroho
Blog ini di update rutin setiap hari Senin-Jum'at. Menyajikan informasi seputar Dunia Bisnis, Entrepreunership, Motivasi & Pengembangan diri. Semoga bermanfaat buat Anda semua!

6 Teknik Psikologi Pemasaran ini mampu Memikat Konsumen Hingga Klepek-klepek

Teknik Psikologi Pemasaran

Dalam dunia bisnis ada berbagai macam cara maupun metode untuk memasarkan suatu produk agar mudah diterima oleh masyarakat, salah satu pendekatannya yaitu melalui psikologi pemasaran.

Secara gamblangnya psikologi pemasaran adalah bagaimana caranya agar kita mampu merayu melalui cara yang elegan dimana hal itu mempengaruhi psikis (emosi & perasaan) agar konsumen mau membeli produk ataupun jasa yang kita tawarkan tanpa konsumen itu menyadari bahwa dirinya sedang kita juali.

Lalu bagaimana caranya agar para konsumen itu mau dan percaya terhadap gagasan suatu produk yang kita tawarkan agar mereka mau membeli dari kita?

Berdasarkan dari buku fenomenal yang ditulis oleh Profesor Robert B. Cialdini yang berjudul INFLUENCE – The Psychology of Persuasion dijelaskan setidaknya ada 6 teknik jitu yang dilakukan secara persuasi agar membuat konsumen tidak mampu menolak oleh produk/jasa yang kita tawarkan.

Sebagai informasi Robert B. Cialdini sendiri adalah profesor behavior science di Arizona State University. Beliau menumpahkan semua ilmunya tentang riset-riset ilmiah secara empiris melalui karyanya di buku tersebut yang menjadi national best seller.

Untuk itu mari kita simak selanjutnya ke 6 teknik psikologi pemasaran yang dijelaskan dibawah ini:

Teknik Psikologi 1 : Reciprocation

Pengertian mendasar dari reciprocation ini adalah kita seolah-olah memberikan produk gratis, Yang mana produk tersebut adalah bagian dari produk utama yang kita jual. Karena pada prinsipnya perilaku manusia itu sendiri akan berusaha membalas dari apa yang telah diberikan kepada mereka lebih-lebih jika di berikan secara cuma-cuma alias “GRATIS”.

Contoh 1: Kita menawarkan sebuah software aplikasi yang bisa di download secara gratis di depan terlebih dahulu dengan tujuan agar calon konsumen dapat mencoba seluk beluk serta fitur terbatasnya, Nah ketika si calon konsumen merasa cocok dan ingin mencoba fitur yang lebih dari versi trial disitulah mereka harus memutuskan untuk membeli hanya jika produk tersebut bermanfaat bagi mereka.

Contoh 2: Layanan kursus online yang lagi marak di tanah air yang memberikan webinar gratis atau kelas gratis selama beberapa jam saja, Namun nantinya setelah kelas gratisnya selesai biasanya ditawarkan lagi di kelas berbayarnya yang bisa diakses seumur hidup dengan layanan bebas konsultasi sepuasnya.

Contoh 3: Pernah tidak ketika kita berjalan di pusat perbelanjaan kemudian melintasi toko parfum ada sejumlah sales yang menawarkan untuk mencoba berbagai aneka macam parfum. Biasanya aroma wewangian tester tersebut diberikan secara gratis melalui media kertas. Kemudian ketika si calon konsumen merasa cocok dengan aromanya mereka pasti memutuskan untuk membelinya.

Ketiga contoh diatas tadi adalah salah satu bentuk dari strategi yang menerapkan teknik psikologi pemasaran.

Upaya ini digunakan agar calon konsumen merasa berhutang budi kepada kita selaku penjual/pelaku bisnis karena mereka secara psikis merasa telah menerima sejumlah produk yang diberikan cuma-cuma dan mereka pun akan merasa terdorong untuk membalas kebaikan dari kita dengan membalasnya yaitu dengan membeli produk utama yang kita jual.

Teknik Psikologi 2 : Commitment and Consistency

Prinsip sederhananya seperti ini sebelum calon konsumen berkomitmen untuk memutuskan membeli awali terlebih dahulu dengan langkah membuat komitmen kecil kepada calon konsumen.

Contoh 1: Ketika sebuah layanan produk TV kabel menawarkan layanan sejumlah harga (X) kemudian diberikan pula free all chanel movie untuk dibulan pertama dan gratis mendapatkan kupon undian mobil mewah.

Contoh 2: Ketika seorang sales dari sebuah bank menawarkan produk berupa kartu kredit dimana gratis iuran tahunan ditahun pertama.

Langkah seperti itu memberikan stimulus kepada si calon konsumen untuk segera mengambil tindakan agar membeli produk dari kita, selanjutnya kita bisa menawarkan produk kita yang lainnya ketika mereka sudah menjadi member keanggotaan kita setelah mereka mengambil langkah pertama tadi.

Tidak mungkin para calon konsumen tersebut langsung percaya terhadap kita dan membeli sebelum kita melakukan komitmen diawal dan menjaga konsistensi terhadap komitmen yang telah kita buat tadi.

Kesalahan kebanyakan dari para pelaku bisnis terlalu terburu-buru dan nafsu untuk menjual kepada orang. Karena faktanya kebanyakan orang itu tidak mau dijuali tapi mereka hanya mau membeli.

Teknik Psikologi 3 : Social Proof

Intinya disini kita menciptakan sebuah kerumunan pada tempat bisnis kita. Karena pada dasarnya perilaku manusia itu selalu penasaran apabila ada suatu tempat yang rame dan mengundang kehebohan.

Semua tren yang terjadi di dunia bisnis ini tercipta karena sengaja diciptakan agar terjadi dan memicu kehebohan baik itu untuk produk fashion, kuliner, gadget dan lain sebagainya.

Misalnya: Sebuah restoran/outlet yang baru dibuka namun langsung rame dan penuh kerumunan orang yang mengantri. Kita yang lewat tentu akan penasaran dong dengan restoran/outlet tersebut dan memicu kita ingin masuk kedalamnya.

Pelaku bisnis yang cerdas selalu kreatif untuk menciptakan sebuah kerumunan agar produk tersebut dapat menjadi buah bibir di masyarakat.

Baca juga: Strategi Menaikkan Penjualan Secara Efektif dan Efisien di Era Digital.

Teknik Psikologi 4 : Liking

Teknik Liking ini tak ubahnya seperti kita membangun sebuah citra yang biasa kita kenal dengan aktivitas Branding.

Sejumlah riset menunjukkan calon konsumen hanya akan cenderung membeli suatu produk dari orang yang benar-benar dia sukai atau dia ketahui dengan baik.

Professor Robert Cialdini pun berkata: Jika calon konsumen sudah kenal dengan baik akan reputasi dan kualitas dari kita, maka kelak mereka akan menjadi follower yang setia terhadap produk yang kita promosikan.

Contoh: Misal kita punya produk herbal spesifik untuk menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes.

Kita bisa manfaatkan sosial media dengan memberikan konten edukasi seputar masalah kesehatan diabetes, tentang cara-cara menjaga asupan makanan yang boleh dimakan maupun yang tidak boleh dimakan. Kemudian baru kita menawarkan produk yang hendak kita jual.

Dengan begitu calon konsumen akan merasa senang karena konten yang kita suguhkan sifatnya edukasi dan dengan senang hati mereka akan menjadi followers kita.

Teknik Psikologi 5 : Authority

Teknik yang ke 4 ini memanfaatkan sebuah otoritas atau pengetahuan yang kita punyai sebagai bagian dari sarana promosi maupun branding dari produk/jasa yang kita jual.

Mungkin kita akan bertanya-tanya mengapa buku karangan Robert T Kiyosaki mampu terjual dan laris di pasaran? Ya jawabannya tentu saja karena authority dan reputasinya.

Namun kita juga bisa memanfaatkan sosial media dengan menyajikan konten-konten yang berfaedah penuh dengan edukasi. Dengan begitu pelan-pelan authority dan reputasi kita akan terbangun dengan sendirinya dan melekat di persepsi calon konsumen.

Teknik Psikologi 6 : Scarcity

Teknik yang terakhir ini adalah dengan menciptakan efek dari ketakutan akan terbatasnya sebuah produk yang beredar di pasaran. Dengan begitu suatu produk akan dipersepsikan oleh masyarakat sebagai produk yang limited edition dan eksklusif sehingga banyak dicari oleh pembeli.

Contoh 1: Produksi sepatu dengan merk (X) yang sudah cukup ternama dan dipakai oleh artis memproduksi hanya 1000 pc, dengan begitu scarcity yang diciptakan akan merespon masyarakat bahwa sepatu tersebut akan sangat terbatas dan susah dicari lagi terlebih harganya juga pasti relatif tinggi.

Contoh 2: Kita membuat promo diskon suatu produk dalam rentang waktu terbatas hanya 3 hari, dengan begitu ini akan menciptakan efek scarcity yang mana dalam periode 3 hari tersebut produk kita bisa laris terjual.

Penutup

Demikianlah ke 6 Teknik Psikologi Pemasaran yang sudah kita bahas diatas tadi bisa kita terapkan ke dalam bisnis kita, yaitu:

  1. Teknik Psikologi 1 : Reciprocation
  2. Teknik Psikologi 2 : Commitment and Consistency
  3. Teknik Psikologi 3 : Social Proof
  4. Teknik Psikologi 4 : Liking
  5. Teknik Psikologi 5 : Authority
  6. Teknik Psikologi 6 : Scarcity
copywriting

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *