fbpx
Adi Nugroho
Blog ini di update rutin setiap hari Senin-Jum'at. Menyajikan informasi seputar Dunia Bisnis, Entrepreunership, Motivasi & Pengembangan diri. Semoga bermanfaat buat Anda semua!

5 Perilaku Konsumen yang harus diketahui

perilaku konsumen

Dalam melakukan aktivitas jual beli sadar atau tidak sadar setiap hari kita selalu bertemu dengan istilah supply (penawaran) & demand (permintaan), dimana tanpa ada salah satu dari keduanya aktivitas jual beli tidak akan dapat terjadi.

“Mau aktivitas tersebut menggunakan media online ataupun offline sekalipun”.

Pada kali ini kita akan sedikit menjabarkan dan membahas lima perilaku konsumen yang umumnya dilakukan sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk.

Yang mana pada kesempatan kali ini semoga dapat membuka wawasan dan pengetahuan bagi teman-teman para pelaku UMKM yang sedang memperjuangkan hidup dan keluarganya, agar roda perekonomian negeri yang kita cintai ini dapat terus bertumbuh.

Dan teman-teman UMKM tidak akan bingung lagi untuk mengetahui peta maupun peran ketika akan memasuki suatu kondisi market/pasar.

Untuk itu maka uraian lima hal perilaku konsumen ini kami sajikan dibawah sebagai berikut:

  • Perilaku Konsumen – Berkaitan dengan pemahaman atas sejumlah keputusan
  • Perilaku Konsumen – Tidak terbatas pada pembelian saja
  • Perilaku Konsumen – Meliputi beragam bentuk produk
  • Perilaku Konsumen – Melibatkan berbagai pihak Individu
  • Perilaku Konsumen – Berkaitan dengan waktu

#1-Berkaitan dengan pemahaman atas sejumlah keputusan

biasanya menyangkut unsur whether, what, why, when, where, how, how much, how often dan how long konsumen akan membeli, menggunakan, atau menghentikan pemakaian suatu produk dan tentu saja semuanya ada alasannya:

  • Whether to buy. Ketika konsumen mempunyai penghasilan tambahan, misalnya apakah ia memutuskan untuk membelanjakannya atau malah menabungnya. Keputusan tersebut akan di pengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti, tujuan pribadi, persepsi akan finansial, tingkat urgensi pembelian, manfaat yang ditimbulkan dari pembelian dan berbagai macam hal lainnya.
  • What to buy. Apa yang dibeli, kaitannya dalam hal ini bisa berupa suatu perbandingan antar kategori suatu produk. Misalnya membeli gadget merk Iphone versus Samsung atau juga bisa membeli bimbingan kursus Bahasa Inggris tatap muka versus bimbingan via online course.
  • Why reason to buy. Alasan konsumen membeli suatu produk bisa beraneka ragam, seperti untuk pemenuhan kebutuhan, nilai suatu produk (value), ataupun tujuan pribadi.
  • When to buy. (kapan?) perilaku konsumen tergantung pada sejumlah faktor seperti persepsi terhadap waktu dan sikap atas waktu itu sendiri. Beberapa aspek spesifik seperti pembelian yang direncanakan VS spontanitas, kebutuhan akan variasi, transisi kehidupan seperti misalnya (kelahiran, wisuda, pertunangan, pernikahan dan kematian) tradisi, serta budaya juga ikut ikut memainkan peranan yang sangat penting. Terkadang konsumen menunda pembelian sampai ada diskon. Namun ada juga yang tidak mau mengganti produk yang lebih baru dan lebih bagus karena dinilai produk yang ia miliki masih bagus.
  • Where to buy. Begitu banyak pilihan yang dihadapkan kepada konsumen ketika belanja. Misalnya pasar tradisional yang memungkinkan antar kedua belah pihak penjual dan pembeli melakukan aktivitas tawar menawar VS pasar modern yang harganya fixed seperti di swalayan. Dan yang lagi booming di Era sekarang adalah belanja di situs online yang menawarkan harga yang kompetitif dan kenyamanan.
  • How to buy use or dispose products. Terkadang umumnya konsumen itu tidak paham akan suatu produk yang akan dibeli dan cenderung mengabaikan setiap informasi yang tersedia di label produk, kemasan produk, website ataupun manual cara pemakaian suatu produk, disinilah peranan seorang penjual ketika akan menjual sesuatu kepada calon konsumen agar tidak terjadi masalah dikemudian hari seperti rusaknya suatu produk yang sudah dibeli akibat kesalahan pemakaian yang keliru, produk digunakan tidak pada tempatnya, komplain konsumen dan seterusnya.
  • How much, how often, how long to buy. Kondisi konsumen ini sebenarnya amat tergantung dari individu masing-masing dan lintas antar budaya. Prinsip sederhananya sebuah produk akan terjual banyak manakala si konsumen menggunakan produk lebih banyak , lebih sering atau menggunakannya dalam periode waktu yang lebih lama.

#2-Tidak terbatas pada pembelian saja

tentu saja cara konsumen belanja merupakan perilaku yang harus diamati oleh para penjual. Namun terdapat 3 aspek utama yang terkait perilaku konsumen tersebut:

  • Acquiring Behavior seperti membeli, menyewa, tukar tambah, berbagi (sharing), barter dan sebagainya.
  • Using Behaviour seperti menyangkut alasan dan cara konsumen menggunakan suatu produk yang mempersepsikan akan menjadi siapa konsumen yang bersangkutan ketika menggunakan suatu produk (x) tersebut.
  • Disposing Behaviour yakni bagaimana cara konsumen ketikan hendak menghentikan pemakaian dari produk yang sudah dibelinya.

#3-Meliputi beragam bentuk produk

perilaku konsumen tak hanya sebatas produk fisik saja seperti (gadget, laptop, arloji, sepatu,dsb) namun juga menyasar akan kebutuhan jasa misalnya (layanan antar ojek online, konsultan, pengacara, agen travel liburan, hotel dan bank), aktivitas (contohnya, kelas zumba ataupun kelas yoga), event organizer(seperti misalnya wedding&prewedding, konser musik, universal studio), bahakan menurut Ferrell dan Hartline menambahkan jenis produk spesifik yang lainnya, seperti informasi (website, buku, sekolah dan universitas, produk digital (aplikasi perangkat lunak, film, dan music), tempat (kota, negara, dan kawasan wisata), organisasi (fans club), properti dan keuangan (real estate, saham, obligasi).

#4-Melibatkan berbagai pihak Individu

seperti misalnya initiator (orang yang menyarankan pertama kali untuk membeli suatu produk atau jasa tertentu), influencer / key opinion leader (orang yang memberikan pengaruh terhadap keputusan akhir dari suatu pembelian), decider (orang yang menentukan apakah jadi membeli, apa yang dibeli, bagaimana membeli atau dimana membeli), buyer (orang yang melakukan pembelian aktual), dan user (orang yang menggunakan suatu produk maupun jasa).

#5-Berkaitan dengan waktu

perilaku konsumen merupakan suatu proses yang amat sangat dinamis. Mulai dari tahapan akuisisi, konsumsi, dan disposisi ini akan berlangsung sepanjang waktu bisa dalam jam, hari, minggu, bulan ataupun hingga tahunan.

Demikianlah paparan lima perilaku konsumen yang semestinya harus kita ketahui, karena tentu saja dengan mengetahui dan paham perilaku sosial di masyarakat akan menambah pengetahuan kita dan segala sudut perspektif pandangan konsumen ketika melakukan aktivitas jual-beli menjadi lebih gamblang dan jelas.

Akhir kata semoga sajian ini bisa menjadi manfaat bagi anda semua!

Wassalammualaikum wr.wb…

copywriting

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *